Perbedaan Forklift dengan Stacker
Admin Tekindo - 2 minggu yang lalu (Selasa, 14 Juli 2026 - 09:07:31)
Dalam
dunia pergudangan dan logistik, forklift dan stacker merupakan dua jenis alat
angkut material yang sering digunakan untuk mempermudah proses pemindahan
barang. Sekilas keduanya tampak memiliki fungsi yang sama, yaitu mengangkat dan
memindahkan beban, namun sebenarnya terdapat banyak perbedaan yang perlu
dipahami sebelum memilih alat yang tepat. Forklift menggunakan mesin berbahan
bakar diesel, bensin, LPG, maupun listrik dengan kapasitas angkut yang besar,
sehingga mampu menangani beban mulai dari satu hingga beberapa ton. Selain itu,
forklift dirancang untuk bekerja di area yang lebih luas, baik di dalam maupun
di luar ruangan, termasuk pada permukaan yang tidak rata. Kendaraan ini juga
memiliki kecepatan lebih tinggi sehingga cocok untuk aktivitas distribusi
barang dalam skala besar.
Sementara
itu, stacker merupakan alat angkat yang memiliki ukuran lebih ringkas dan
umumnya digunakan untuk menyusun barang pada rak di dalam gudang. Mayoritas
stacker menggunakan tenaga manual atau baterai listrik sehingga lebih hemat
energi dan ramah lingkungan. Kapasitas angkutnya lebih kecil dibandingkan
forklift, biasanya berkisar antara 500 kilogram hingga 2 ton. Karena dimensinya
lebih ramping, stacker dapat digunakan pada lorong gudang yang sempit dan
memudahkan operator saat melakukan penataan pallet. Selain biaya pembelian yang
lebih ekonomis, biaya perawatan stacker juga relatif rendah sehingga banyak
dipilih oleh usaha kecil hingga menengah.
Pemilihan
antara forklift dan stacker sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan operasional
perusahaan. Apabila aktivitas gudang melibatkan pemindahan barang berat dalam
jumlah besar dengan mobilitas tinggi, forklift menjadi pilihan yang lebih
tepat. Namun, jika kebutuhan utama adalah menyusun barang di rak dengan ruang
kerja terbatas dan beban yang tidak terlalu berat, stacker merupakan solusi
yang lebih efisien. Dengan memahami perbedaan keduanya, perusahaan dapat
meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan biaya operasional.